Yusron bersama keluarganya tiba di Pantai Carita pada kemarin pagi untuk menghabiskan liburan Lebaran. Mereka langsung berenang dengan menyewa satu ban bekas sebagai pelampung. Empat orang ini kemudian menaiki ban yang biasanya hanya digunakan untuk dua orang.
Saat asyik berenang, tiba-tiba ombak besar menggulung para korban hingga keponakan Yusron bernama Agil terjatuh dari ban. Yusron yang melihat keponakannya terseret ombak berusaha menolongnya, namun ternyata korban tidak bisa berenang dan ikut tergulung ombak.
Tim lifeguard yang melihat kejadian itu langsung menyelamatkan korban, tapi hanya Agil, Sabrina, dan Alya yang berhasil diselamatkan, sementara Yusron menghilang ditelan ombak. Relawan Balawista Banten menghubungi Polair Polda Banten dan relawan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pandeglang untuk melakukan pencarian korban. Akhirnya, Yusron ditemukan di kedalaman 4 meter atau sekitar 20 meter dari tempat korban berenang atau sekitar 50 meter dari bibir pantai.
Koordinator Relawan Balawista Banten Ervin mengatakan, setelah tim gabungan melakukan penyisiran di lokasi korban tenggelam, korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. ”Setelah ditemukan, korban dibawa ke RSUD Pandeglang untuk divisum,” ujarnya kemarin.
Terjadinya kecelakaan ini harus dijadikan pelajaran bagi para wisatawan yang berenang di perairan sepanjang pantai. Wisatawan harus selalu hatihati serta mematuhi peraturan yang diberikan oleh penjaga pantai. ”Wisatawan yang ingin berenang jangan memakai celana panjang, karena itu akan menjadi pemberat saat berenang,” katanya.
0 Response to "Tergulung Ombak, 1 Orang Wisatawan Anyer Meninggal"
Post a Comment