Pilkada Tangsel : Hanura Di Persimpangan Jalan

Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) belum menentukan sikap soal dukungan dan koalisi. Meski, santer dikabarkan partai besutan Wiranto ini bakal berkoalisi dengan PDIP.

Wakil Ketua DPD Hanura Kota Tangsel Saleh Asnawi mengatakan, selama ini pihaknya sudah berkomunikasi dengan PDIP dan beberapa partai. Namun, katanya, keputusan akhir ada di DPP. Sehingga, apakah akan bergabung dengan PDIP atau tidak, diputuskan di sana.

“Untuk saat ini belum. Mungkin nanti malam (kemarin) atau besok (hari ini) baru ada keputusan,” jelas Saleh.

Dikabarkan, alotnya pembahasan ini karena PDIP sudah menetapkan pasangan calon walikota Arsid dan calon wakil walikota Intan Nurul Hikmah. Dua orang itu, bukan kader partai PDIP. Yaitu, Arsid adalah Asda I Pemkab Tangerang dan Intan merupakan politisi Golkar, mantan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tangerang periode 2009-2014.

Namun begitu, Saleh mengatakan, masalah sebenarnya yang menyebabkan dukungan Hanura belum final ada di tangan pusat. Sehingga, bukan kapasitasnya untuk menjelaskan apa masalahnya. “Itu pusat yang lagi membahas,” katanya.

Kalau kader di daerah, kata Saleh, akan taat terhadap keputusan pusat. Misalnya dukungan diberikan kepada pasangan Arsid-Intan maka, pihaknya memastikan dukungan itu sepenuhnya diberikan kepada pasangan itu.

Sebaliknya, kalau faktanya Hanura tidak jadi mendukung calon PDIP maka mereka akan tetap berjuang untuk menenangkan usungan partainya.

“Prinsipnya, Hanura tidak ngotot untuk memajukan kadernya. Kalau pun pusat memutuskan untuk bergabung dengan PDIP dengan calon yang sudah ada, kita pasti tunduk dan patuh aturan itu,” katanya.

Sehingga, kata dia, pihaknya tidak memasalahkan siapa pun yang akan menjadi orang nomor satu dan dua yang akan dicalonkan oleh Hanura. “Yang paling penting, yang dicalonkan oleh Hanura, paham dengan Hanura sebagai pengusung,” ujar Saleh.

Pada bagian lain, tim pemenangan PDIP Perjuangan Tangsel Syamsul Hariyanto mengatakan hal senada. Memang, kata dia, sampai saat ini partainya belum mendapatkan partai pendamping untuk mengusung calon pasangan yang sudah ada. “Sampai sekarang belum diputuskan. Untuk Hanura, masih dibahas,” katanya.

Syamsul tak menampik, salah satu keberatan dari Hanura adalah, munculnya sosok Intan Nurul Hikmah yang berdampingan dengan Arsid dalam usungan PDIP. Alasannya, kata Syamsul, kader Hanura menuding Intan adalah kader Golkar sehingga menjadi pertanyaan besar kenapa ia yang harus diusung. “Masalahanya, salah satunya itu,” katanya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pilkada Tangsel : Hanura Di Persimpangan Jalan"

Post a Comment